“SMART AGRO VILLAGE SYSTEM” Inovasi Sistem Pemberdayaan Masyarakat Eks Lokalisasi Dolly Melalui Usaha Modern Agro-Comple
“SMART AGRO VILLAGE SYSTEM” Inovasi Sistem
Pemberdayaan Masyarakat Eks Lokalisasi Dolly Melalui Usaha Modern Agro-Complex
Kesenjangan sosial menjadi salah satu masalah yang mulai mencuat
di era modern perkotaan yang berpotensi memicu pengaruh negatif lingkungan dan
tindak kriminal. Dalam mengatasi hal tersebut Pemerintah daerah mengambil
kebijakan preventif untuk menertibkan tempat-tempat negatif dan non-kondusif
yang berpotensi memicu tindak kriminal dan citra buruk daerah.
Pemerintah Kota Surabaya adalah salah satu pelopor tindakan
tertib dan positif dalam bermasyarakat dan bernegara melalui penutupan Dolly.
Berdasarkan data Dinas Sosial Surabaya tercatat sekitar 1.400 WTS, 311
mucikari, puluhan tukang parkir, pedagang, pengelolah penginapan, cleaning
service, tukang becak, dan pekerja lainnya yang menggantungkan pekerjaan di
kawasan Dolly kehilangan mata pencaharian mereka dan merasa kesulitan akibat
penutupan Dolly.
Persepsi negatif masyarakat terhadap mantan penghuni eks
lokalisasi Dolly menambah kompleks masalah yang ada, keadaan ini membuat mantan
penghuni eks lokalisasi tidak percaya diri dan mematikan daya kreatifitas yang
ada pada diri mereka. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur
pada tahun 2015 jumlah penduduk Surabaya sebesar 2.806.306 jiwa dan terus
meningkat setiap tahunnya. Semakin meningkatnya jumlah populasi di kota
Surabaya, maka akan semakin banyak sumber daya alam yang dipakai untuk memenuhi
kebutuhan dan keberlangsungan hidup penduduk. Pada akhirnya area persawahan,
area lindung, serta lahan kosong menurun dan berubah fungsi menjadi area
permukiman.
Bidang agrokompleks merupakan sektor bisnis yang mulai diminati
oleh para profesional di era ini. Fakta ini didukung dari tingginya permintaan
pasar terhadap hasil pertanian segar, komoditas ikan air tawar, pupuk, dan
produk yang berpotensi ekspor lainnya. Di daerah Surabaya permintaan pasar
dalam konsumsi jamur tiram mencapai dua ton per hari untuk satu area, usaha
agrokompleks memang menjadi salah satu potensi di wilayah Surabaya.
Dari pengalaman lapang dan kondisi yang ada kami sebagai
mahasiswa merasa bertanggung jawab untuk memberikan solusi nyata terhadap
permasalahan yang ada melalui program “Smart Agro Village System”. Sebuah
Program pemberdayaan mantan penghuni eks lokalisasi Dolly dalam melakukan
kreativitas usaha ke arah yang lebih positif dan progressive melalui usaha
pengelolaan modern agro-complex yang berorientasi pada system zero waste dan
high profit.

🥰🥰🥰
BalasHapus